Meja Hijau: Daerah
Headlines News :

Berita Terkini

Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

PKL Pasar Senen Demo Jokowi-Ahok

Written By Unknown on Minggu, 04 November 2012 | 22.19

Para pedagang pasar Senen, Jakarta Pusat, melakukan aksi di depan Balaikota Jakarta. (Ist).

Jakarta, PODIUM - Sekitar 70 pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Pasar Senen berdemo di depan Balai Kota DKI, Senin 5 November 2012. Mereka khawatir, rencana penataan pasar akan diikuti penggusuran.

Para pedagang dalam orasinya menagih janji pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang akan memperhatikan nasib pedagang kecil, dan tidak akan menggusur mereka jika menjabat.

"Kami menagih janji-janji pak Jokowi dan pak Ahok, jangan begitu duduk di sini lalu rakyat sengsara," kata Kordinator aksi Aston Manulang.

Para pedagang melakukan aksi demo sebab turunya surat dari pihak Dishub Jakarta Pusat pada tanggal 15 Oktober lalu, yang isinya tentang rencana menata ulang lokasi pasar. 

Namun, para pedagang curiga berat jika hal hanyalah cara Pemprov DKI  untuk menyingkirkan mereka secara halus dari tempat mereka berdagang saat ini.

Apalagi, dalam surat tersebut para pedagang diminta untuk mengosongkan kios mereka selambat-lambatnya pada 15 November 2012. 

"Kami melihat tendensinya tempat itu mau ditutup. Kalau ditutup kami mau dibuang kemana? Kami butuh tempat yang strategis," kata Aston kepada pers.

Dijelaskanya, setidaknya ada 200 kios yang hendak ditutup. Dan jika ditutup, para pedagang ingin mendapatkan tempat pengganti yang tidak kalah strategis dengan yang sekarang.

Namun kekhawatiran para pedagang tersebut dibantah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Tidak ada penggusuran, cuma perbaikan lokasi dan pager, nanti akan kita cek," kata Basuki yang akrva disapa Ahok.


Helmi R

Suku Lampung dan Bali Akhirnya Berdamai

Para tokoh dari Suku Lampung dan suku Bali, sepakat berdamai, Minggu (4/11).
Bandar Lampung, PODIUM - Setelah memakan waktu beberapa hari, akhirnya perdamaian antara suku Lampung dan suku Bali terwujud, dalam sebuah penandatanganan perjanjian perdamaian di ruang uang pertemuan Balai Keratun, Bandar Lampung, Minggu (04/11/2012) sekitar pukul 14.30 WIB.

Acara penandatangan 10 butir perjanjian dilakukan langsung oleh para ahli waris dihadiri dan disaksikan oleh Sekda Provinsi, Sekda Lampung Selatan, tokoh agama, tokoh pemuda, dan para ahli waris korban pertikaian berdarah. 

Pendantangan berlangsung penuh keharuan dan kedua belah ikhklas saling  saling memaafkan.

"Dari lubuk hati paling dalam, kami warga Lampung dari suku Bali memohon maaf sebesar-besarnya kepada suku Lampung yang berdomisili di Lampung Selatan atau domisili lainnya di Lampung," kata salah seorang tokoh Warga Bali, Nyoman Sudarsono, saat membacakan pernyataan permintaan maaf kepada warga suku Lampung.

Seperti diketahui, Konflik di Lampung Selatan antara Warga Desa Balinuraga, Kecamatan Waypanji yang warganya mayoritas warga pendatang asal Bali, dengan warga Desa Agom, Kecamatan Kalianda, yang warganya penduduk penduduk asli suku Lampung, telah menyebabkan 14 orang meninggal dunia, puluhan rumah dibakar, fdan ratusan orang menjadi pengungsi. Peristiwa tersebut terjadi selama tiga hari, 27,28 dan 29 Oktober yang lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Lampung, Berlian Tihang mengatakan, menyatakan penghargaan kepada kedua belah pihak yang telah mampu menyepakati sebuah perdamaian. Berlian mengatakan, di Lampung ini tidak ada warga pendatang.

"Di Lampung itu semua warga adalah warga pribumi," tandas berlian.

Hal ini, kata Berlian, sesuai dengan julukan Lampung sebagai, Sang Bumi Ruwa Jurai atau Sai Bubumi Ruwa Jurai, yang artinya, di bumi Lampung berisikan berbagai macam suku, ras, atau golongan, namun  pengertiannya tetap SATU.

“Jika menyimak itu, maka kita semua yang hidup di bumi Lampung ini adalah satu saudara,” kata Berlian.


Tunggul Naibaho

Jokowi Larang Keras Satpol PP Lakukan Kekerasan

Written By Unknown on Rabu, 31 Oktober 2012 | 20.11

Petugas Satpol PP DKI Jakarta seteelah dilucuti pentungan dan pisaunya
Jakarta, PODIUM - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi, untuk pertama kalinya memimpin Apel Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP). Apel dilakukan di lapangan Monas, Kamis 1 November 2012.

Jokowi, dalam amanatnya secara keras melarang para anggota Saptol PP bersikap represif kepada warga dalam menjalankan tugasnya. Secara keras pula, Jokowi, meminta agar setiap anggota satpol PP bersikap lebih persuasif.

"Persuasif tetapi tegas. Kalau nggak nanti jadi Satpol PP yang lembek. Dan itu juga tidak boleh. Tugas Satpol PP, khan, menjaga ketenteraman dan ketertiban," kata Jokowi.

Jokowi pun mengancam, akan mencopot siapa saja dari anggota Satpol PP yang melakukan kekerasan kepada warga. Jokowi meminta aparatnya tersebut berubah, dan meninggalkan wajah lama satpol PP yang angker.

"Siapa yang tetap melakukan kekerasan, tentu akan dapat sanksi, dicopot," tegas Jokowi.

Jokowi datang mengenakan kemeja safari warna coklat dan apel dimulai pukul 07.30 WIB. Jokowi juga melakukan pemeriksaan atas kesiapan peralatan para pasukan Pemda tersebut.

Seperti diberitakan sbelumnya, Jokowi telah melucuti pentungan dan pisau dari peralatan Satpol PP, dan melarang kedua alat tersebut menyertai tugas pasukan satpol PP.

Helmi R

Berita Utama

Berita Utama

Peradilan

Peradilan
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Meja Hijau - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger